Senin, 29 Oktober 2012

Tulisan Ilmu Sosial Dasar (regional)



 Pentingnya Peningktan Kualitas Pendidikan di Kawasan Asean

Pendidikan khususnya pendidikan tinggi memiliki potensi sangat besar dalam kemajuan taraf hidup sebuah negara, terlebih ketika kita bicara dalam konteks regional seperti ASEAN maka kesatuan gerakan akan menjadi langkah yang dapat berdampak besar. Semangat untuk membangun jaringan dan kesatuan gerakan dalam mengoptimalkan pendidikan tinggi sebagai sarana untuk memberikan kontribusi dan karya nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sebenarnya sudah lama.  Kendala tersebut terdiri dari kendala dalam hal infrastruktur, kepentingan politik, atau perbedaan baik ekonomi maupun  perbedaan kebudayaan sebuah negara.
Cara agar bisa mengoptimalkan pendidikan khususnya pendidikan tinggi sebagai organ yang bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat di tingkat ASEAN dapat berjalan efektif dengan menguatkan jaringan dan kerja sama antar sesama anggota ASEAN. Adanya penguatan jaringan dan kerja sama ini akan membuat mekanisme knowledge sharing dan resource sharing antar negara ASEAN menjadi lebih baik. Sering kali potensi jaringan dan keterikatan di dalam ASEAN yang begitu besar selama ini tidak dimanfaatkan, alih-alih kita malah sering melihat berbagai macam perbedaan yang ada dengan kaca mata kecurigaan. Adanya kerja sama nyata antar negara-negara di kawasan ASEAN dalam pengembangan pendidikan akan menimbulkan kesamaan ritme dan irama dalam gerakan sehingga bagi negara yang masih tertinggal dalam pendidikan dan kesejahteraan dapat belajar dari negara yang sudah mapan dalam hal tersebut.
Indonesia  yang saat ini dipercaya menjadi garda terdepan ASEAN seharusnya menyadari dan memanfaatkan ASEAN sebagai sebuah potensi besar untuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat negara-negara di ASEAN. Keberadaan ASEAN bisa menjadi aset dan senjata yang ampuh untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam bidang pendidikan seperti pemerataan dan kualitas pendidikan di ASEAN. Kemudian seiring dengan langkah perbaikan kondisi pendidikan tersebut, langkah-langkah konkret pemanfaatan pendidikan sebagai gudang ilmu dan pusat riset pelajar maupun ilmuan untuk kontribusi nyata kepada masyarakat harus dilakukan. Oleh karena itu Indonesia harus bisa merangkul dan membangun kerja sama yang sinergis dan berdaya antar negara-negara di ASEAN untuk memiliki keseriusan membangun pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara kolektif sehingga rasa kepemilikan negara-negara anggota ASEAN terhadap ASEAN akan semakin menguat dan semakin kokoh untuk menghadapi persaingan global yang telah bergulir saat ini. Sifat egois harus ditanggalkan sehingga kita dapat mulai memandang bahwa ASEAN adalah sebuah identitas pemersatu tersendiri bagi setiap anggotanya.

Tulisan Ilmu Sosial Dasar (Lokal)




Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang bagimana kehidupan sosial yang terjadi di masyarakat.biasanya didalamnya terjadi konflik-konflik yang diakibatkan oleh faktor intern ataupun ekstern.dalam pembahasan kali ini permasalahan yang ingin dibahas adalah tentang konflik anatar umat beragama yang terjadi di kota poso.permasalahan tersebut pasti timbul karena ada sebab- sebab tertentu.

Pertikaian yang terjadi di Poso antara umat Islam dan Kristen


1. Penyebab/akar dari konflik sosial yang terjadi di poso
Wapres menjelaskan bahwa kasus Poso terjadi bukan karena masalah agama namun adanya rasa ketidak adilan. awal mula terjadinya konflik karena adanya demokrasi yang secara tiba-tiba terbuka dan membuat siapapun pemenangnya akan ambil semua kekuasaan. Padahal, pada masa sebelumnya melalui muspida setempat selalu diusahakan adanya keseimbangan. contohnya, jika Bupatinya berasal dari kalangan Kristen maka Wakilnya akan dicarikan dari Islam. Begitu pula sebaliknya. Dengan demikian terjadi harmonisasi, namun dengan demokrasi tiba-tiba the winner take all," kata Wapres. Karena pemenang mengambil alih semua kekuasaan, tambah Wapres maka pihak yang kalah merasa telah terjadi ketidak adilan.
Keluar dari pendapat Wapres, konflik sosial yang terjadi di poso adalah bagian dari konflik individu yang dalam masyarakat yang secara dinamis tidak dapat dipisahkan dan bertalian satu sama lain. Pendapat mengenai akar dari masalah yang bertumpu pada subsistem budaya dalam hal ini menyangkut soal suku dan agama.
Argumen yang mengemuka bahwa adanya unsur suku dan agama yang mendasari konflik sosial itu adalah sesuai dengan fakta yaitu bahwa asal mula kerusuhan poso 1 berawal dari :
a) Pembacokan Ahmad yahya oleh Roy tuntuh bisalembah didalam masjid pesantren Darusalam pada bulan ramadhan.
b) Pemusnahan dan pengusiran terhadap suku – suku pendatang seperti bugis, jawa, dan gorontalo, serta kaili pada kerusuhan ke III.
c) Pemaksaan agama kristen kepada masyarakat muslim di daerah pedalaman kabupaten terutama di daerah tentena dusun III salena, sangira, toinase, Boe, dan meko yang memperkuat dugaan bahwa kerusuhan ini merupakan gerakan kristenisasi secara paksa yang mengindikasikan keterlibatan Sinode GKSD tentena.
d) Peneyerangan kelompok merah dengan bersandikan simbol – simbol perjuangan ke agamaan kristiani pada kerusuhan ke III.
e) Pembakaran rumah – rumah penduduk muslim oleh kelompok merah pada kerusuhan III. Pada kerusuhan ke I dan II terjadi aksi saling bakar ruamh penduduk antara pihak kristen dan islam.
f) Terjadi pembakaran rumah ibdah gereja dan masjid, sarana pendidikan ke dua belah pihak, pembakaran rumah penduduk asli poso di lombogia, sayo, kasintuvu.
g) Adanya pengerah anggota pasukan merah yang berasal dari suku flores, toraja dan manado.
h) Adanya pelatihan militer kristen di desa kelei yang berlangsung 1 tahun 6 bulan sebelum meledak kerusuhan III.
Terlepas dari setuju tidak terhadap pendapat mengenai akar amsalah dari konflik poso, secara sibernetik hal ini dapat di jelaskan sebagai berikut : bahwa pada intinya budaya pada masyarakat poso mempunyai fungsi untuk mempertahan kan pola atas nilai – nilai sintuvu maroso yang selama ini menjadi anutan masyrakat poso itu sendiri. adanya Pembacokan Ahmad yahya oleh Roy tuntuh bisalembah didalam masjid pesantren Darusalam pada bulan ramadhan merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai nilai yang selama ini manjadi landasan hidup bersama. Pada satu sisi muslim terusik ketentramannya dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhan kemudian menimbulkan reaksi balik untuk melakukan tindakan pembalasan terhadap pelaku pelanggaran nilai – nilai tersebut. Disisi lain bagi masyarakat kristiani hal ini menimbulakn masalah baru mengingat aksi masa tidak di tujukan terhadap pelaju melainkan pada pengrusakan hotel dan satrana maksiat serta operasi miras, yang di anggap telah menggangu kehidmatan masyrakat kristiani merayakan natal, karena harapan mereka operasi – opresi tersebut di laksanakan setelah hari natal.
Pandangan kedua tehadap akar masalah konflik sosial yang terjadi di poso adalah dalam hal ini adanya perkelahian antar pemuda yang di akibatkan oleh minuman keras. Tidak di terapkan hukum secara adil maka ada kelompok yang merasa tidak mendapat keadilan misalnya adanya keterpihakan, menginjak hak asasi manusia dan lain- lain.
Pendapat ketiga mengatakan bahwa akar dari konflik sosial yang terjadi di poso terletak pada masalah politik. Bermula dari suksesi bupati, jabatan sekretaris wilayah daerah kabupaten dan terutama menyangkut soal keseimbangan jabatan – jabatan dalam pemerintahan.
Pendapat keempat mengatakan bahwa akar masalah dari kerusuhan poso adalah justru terletak karena adanya kesenjangan sosial dan kesenjangan pendapatan antara panduduk asli poso dan kaum pendatang seperti bugis, jawa, gorontalo, dan kaili. Kecemburuan sosial penduduk asli cukup beralasan dimana pendapatan mereka sebagai masyarakat asli malah tertinggal dari kaum pendatang.
2. Dampak dari konflik sosial yang terjadi di poso
kerusuhan yang terjadi di poso menimbulkan dampak sosial yang cukup besar jika di liat dari kerugian yang di akibatkan konflik tersebut. Selain kehilangan nyawa dan harta benda, secara psikologis bendampak besar bagi mereka yang mengalami kerusuhan itu, Dampak psikologis tidak akan hilang dalam waktu singkat. Jika dilihat dari keseluruhan, kerusuhan poso bukan suatu kerusuhan biasa, melainkan merupakan suatu tragedi kemanusiaan sebagai buah hasil perang sipil. Satu kerusuhan yang dilancarkan secara sepihak oleh kelompok merah, terhadap penduduk muslim kota poso dan minoritas penduduk muslim di pedalaman kabupaten poso yang tidak mengerti sama sekali dengan permasalahan yang muncul di kota poso.
Dampak kerusuhan poso dapat di bedakan dalam beberapa segi :
1. Budaya dampak sosial yang terjadi adalah : di anut kembali budaya “pengayau” dari masyarakat pedalaman (suku pamona dan suku mori). Dilanggarnya ajaran agama dari kedua kelompok yang bertikai dalam mencapai tujuan politiknya. Runtuhnya nilai – nilai kesepakatan bersama sintuwu maroso yang menjadi bingkai dalam hubungan sosial masyarakat poso yang pluralis.

2. Hukum dampak sosial yang terjadi adalah : Terjadinya disintegrasi dalam masyarakat poso ke dalam dua kelompok yaitu kelompok merah dan kelompok putih. Tidak dapat di pertahankan nilai- nilai kemanusiaan akibat terjdi kejahatan terhadap manusia seperti pembunuhan, pemerkosaan dan penganiayaan terhadap anak serta orang tua dan pelecehan seksual. Runtuhnya stabilitas keamanan, ketertiban, dan kewibawaan hulum di masyarakat kabupaten poso. Muculnya perasaan dendam dari korban – korban kerusuhan terhadap pelaku.
3. Politik dampak sosial yang terjadi adalah : Terhentinya roda pemerintahan.Jatuhnya kewibawaan pemerintah daerah terhadap masyarakat. Hilanggnya sikap demokratis dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat masing – masing kelompok kepentingan. Legalisasi pemaksaan kehendak kelompok kepentingan dalam pencapaian tujuannya.
4. Ekonomi dampak sosial yang terjadi adalah : Lepas dan hilangnya faktor dan sumber produksi ekonomi masyarakat, seperti sawah, tanaman kebun, mesin gilingan padi, traktor tangan, rumah makan, hotel dan lain sebagainya. Eksodus besar – besaran penduduk muslim poso. Terhentinya roda perekonomian. Rawan pangan.Munculnya pengangguran dan kelangkaankesempatan kerja.

3. Solusi dari konflik di poso
Mungkin saja salah satunya yaitu kalangan pengusaha hingga tingkat mahasiswa harus ikut berperan menangani konflik yang terjadi di Poso dengan melakukan tindakan nyata agar masyarakat setempat tidak hanya terfokus pada masalah politik. “Jangan hanya bergantung pada aparat keamanan. Tetapi pengusaha, ekonom, budayawan, anggota masyarakat, mahasiswa harus bersatu membangun secara paralel. Seluruh kalangan itu harus bekerja sama agar kerusuhan di Poso segera berakhir, termasuk antara ulama dengan umaro juga harus bersatu. “Mereka harus bersanding, bukannya bertanding,”.
Tindakan represif yang dilakukan oleh aparat tidak menyalahi aturan, meskipun upaya penegakan hukum telah menimbulkan korban jiwa dari warga sipil serta anggota Polri , karena memang kejadian itu sulit dihindari. kerusuhan yang menimpa di Poso merupakan rekayasa dan berasal dari luar Poso yakni dari pihak asing. Ia mengingatkan, kelompok sipil bersenjata yang berada di tengah-tengah masyarakat Poso perlu mendapat perlakukan khusus, karena dalam keadaan seperti ini, masyarakat akan menjadi tameng bagi mereka.
Jika diamati secara jujur, apa yang sedang dialami di Poso tidak saja aneh tapi juga tak masuk di akal sehat. Sebab, semua orang tahu bahwa soal penggunaan senjata bagi warga sipil bukankah aturannya cukup ketat. Artinya tidak sembarang orang bisa membawa atau memiliki senjata apalagi yang mematikan. Anehnya, kenapa justru warga sipil khususnya di Poso begitu bebas memiliki senjata
Nah, untuk memecahkan sebuah permasalahan seperti yang sedang terjadi di Poso sebenarnya tidaklah terlalu sulit bila semua pihak mau berikrar secara serius dan tulus. Artinya, semua kepentingan sepihak dan sepotong-potong yang menghimpitnya selain kepentingan bersama harus dihilangkan terlebih dahulu. Pencegahan sedini mungkin tindakan provokasi dan intimidasi diantara masyarakat harus diutamakan. Terutama, perlunya kewaspadaan terhadap gerak-gerik seseorang atau sekelompok orang yang berusaha bermain api dalam sekam. Barulah kemudian upaya penegakkan hukum harus benar-benar dilaksanakan. Harapan kita masyarakat Poso akan kembali dapat hidup dengan tenang dan damai.

Tulisan Ilmu Sosial Dasar (Nasional)




                                                     
Ilmu Sosial Dasar di Indonesia

Masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu disebut penduduk. Jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah menentukan padat tidaknya di wilayah tersebut. Kita akan membahas beberapa masalah kependudukan yang terjadi di negara kita. Masalahmasalah kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain persebaran penduduk yang tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per kapita, tingginya tingkat ketergantungan, dan kepadatan penduduk.


Masalah Sosial yang ada di Indonesia:

Berikut ini ada beberapa contoh masalah sosial yang masih harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dan butuh penanganan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat.
  1. Kemisikinan
    Meski saat ini angka pertumbuhan ekonomi bangsa kita terus menunjukan grafik kenaikan namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat di sekitar kita yang hidupnya masih berada di bawah standar yang layak. Ini menjadi masalah sosial yang bisa kita temukan dengan mudah baik di daerah pedesaan maupun perkotaan.
  2. Lapangan kerja
    Masalah sosial yang satu ini bisa mendorong timbulnya masalah lain yang tidak kalah seriusnya yaitu meningkatnya angka kriminalitas, kehidupan suatu keluarga yang tidak harmonis, rasa frustasi dan lain lain. Hal ini juga menjadi urusan yang butuh penanganan serius.
  3. Kesenjangan sosial
    Masalah sosial ini juga bisa menimbulkan efek yang lain. Misalnya terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara orang yang mampu dan kelebihan harta serta orang yang hidupnya selalu dalam kondisi yang pas pasan saja. Hal ini bisa menimbulkan rasa kecemburuan yang tinggi sehingga menghilangkan rasa persaudaraan di masyarakat.
  4. Kemacetan lalu lintas
    Masalah sosial yang satu ini lebih sering terjadi terutama di kota-kota besar. Padahal efek dari kemacetan ini juga bisa menimbulkan kerugian yang cukup besar. Misalnya karena harus antri di keramaian lalu lintas orang akan kehilangan waktu untuk bekerja atau kegiatan lain yang bersifat produktif.
  5. Disiplin yang kurang
    Hal ini menjadi masalah sosial yang paling punya pengaruh terhadap kemajuan suatu wilayah atau negara. Namun untuk menangani masalah yang satu ini memang dibutuhkan kerja keras dan waktu yang cukup lama. Karena untuk menghilangkan problem yang kadangkala sudah menjadi budaya ini butuh pemahaman yang cukup dalam warga.
        Cara mengatasi permasalahan sosial di indonesia :
    1. kemiskinan di indonesia bisa di atasi jika sudah tidak adanya kesenjangan sosial antara    masyarakat kelas atas dengan kelas bawah selain itu pendidikan yang tinggi dapat memperbaiki keadaan perekonomian suatu keluarga sehingga terhindar dari kemiskinan.
   2. kurangnya perhatian terhadap penyediaan lapangan pekerjaan yang disediakan bagi lulusan-lulusan baru sehingga para pencari kerja sulit dalam mencari pekerjaan sedangkan lulusannya setiap tahun semakin meningkat.
 3. dalam mengatasi suatu kesenjangan sosial dibutuhkan kesadaran dan menghilangkan batasan-batasan antara masyarakat bawah dengan masyarakat atas sehingga saling memberikan kerjasama yang saling menguntungkan
 4. kemacetan lalu lintas dapat diatasi dengan membatasi setiap ruma dengan hanya memiliki satu kendaraan ,melakukan peremajaan selama 5 taun sekali selain itu juga meningkatkan biaya impor agar kendaraan-kendaraan tersebut tidak dengan mudah dapat masuk ke indonesia
5. kurangnya disiplin masyarakat indonesia menyebabkan masyarakat indonesia kalah bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya oleh karena itu harus dibutuhkan kesadaran  agara dapat meningkatkan produktivitas
 

Tulisan Ilmu Sosial Dasar (Internasional)

Tulisan Ilmu Sosial Dasar (Internasional)



           Dalam ilmu pengetahuan banyak terbagi dalam kelompok-kelompok ilmu yang mengkaji tentang pemasalahan-permasalahan baik yang secara umum ataupun spesifik,dapat dibagi menjadi 3 yaitu ilmu pengetahuan alam,ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu sosial dasar.disini yang ingin dibahas adalah ilmu sosial dasar. sebagai integrasi antara ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial kemanusiaan dan budaya. Selanjutnya, mahasiswa menjadi peka, tanggap, kritis, serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif

                ISBD sebagai kajian masalah sosial, kemanusiaan dan budaya sekaligus pula member dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial yang terintegrasi.ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.. Ilmu Sosial Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah umum termasuk pada kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyaraka.ISBD merupakan mata kuliah dasar mengenai pengembangan kepribadian dan wawasan sosial budaya mahasiswa dalam menanggapi dan memecahkan masalah sosial budaya dan kemasyarakatan yang timbul pada masyarakat.

            
 * Tindakan Rasisme di Negara Eropa

 Dalam pembahasan ini masalah yang ingin dibahas adalah tentang tindakan rasisme yang terjadi di negeri ratu Elizabeth yaitu adalah inggris. Tindakan yang masih sering terjadi di inggris tersebut adalah biasanya terjadi di dalam suatu pertandingan sepak bola yang menjadi tranding topik saat ini adalah tindakan rasis yang dilakukan oleh pemain Chelsea yaitu Terry kepada Anton Ferdinand,kedua pemain ini tidak melakukan jabat tangan yang seperti biasanya dilakukan oleh pemain bola sebelum memulai kick off. kejadian ini memicu banyak protes diinggris terutama oleh federasi sepakbola inggris yaitu FA.rasisme sendiri adalah suatu sikap antipati terhadap kaum kulit hitamyang biasanya menjadi kaum minoritas di berbagai negara-negara di eropa.



                 Terry baru-baru ini menerima pelarangan empat pertandingan oleh FA atas kasus pelecehan rasial yang dilakukannya terhadap Anton Ferdinand dari klub QPR.

Meski demikian, mantan kapten Inggris berusia 31 tahun itu masih tetap bisa bermain bagi klubnya di Eropa.Kampanye anti rasisme Kick It Out telah dikritik oleh para pemain bola papan atas seperti Rio Ferdinand dan Jason Roberts dan lebih dari 30 pemain lainnya dari lebih delapan klub, yang menolak mengenakan T-shirt organisasi tersebut pada akhir pekan lalu sebagai protes atas kurangnya penerimaan gerakan tersebut. Periode anti rasisme Kick It Out akan berakhir pada 29 Oktober.
Sebuah panel independen FA menyatakan Terry bersalah atas tindakan pelecehan rasial saat pertandingan melawan QPR di Loftus Road. Terry menerima denda 220 ribu poundsterling dan pelarangan empat kali pertandingan. Kampanye Fare akan dipromosikan di 40 pertandingan selama Liga Champions dan Liga Eropa dari 16-31 Oktober.
selogan kampanye anti rasisme yang sering di kibarkan ketika upacara pertandingan sepak bola sebelum kick off di mulai.ini salah satu cara yang digunakan untuk menghentikan tindakan rasis.