Selasa, 13 Maret 2012

360 derajat


360 derajat
       Perbedaan mulai terasa, individualis telah melekat dalam diri masing masing. Mereka mengejar sesuatu, sesuatu nilai sempurna. Persaingan sehat dalam menempuh nilai sempurna. Hingga pada akhirnya selalu terobsesi pada nilai sempurna, nilai yang harus selalu perfect. Ketika dihadapkan pada nilai dibawah sempurna atau di bawah rata rata. Reaksi pertama mereka yaitu kecewa, putus asa, penyesalan, sedih berkepanjangan hingga stres dan mencapai titik jenuh dalam belajar. Namun jika dari awal selalu mendapat nilai sempurna, rasa syukur kurang disadarinya. Sebaliknya, jika ketika di awal mendapat nilai dibawah nilai sempurna atau nila rata rata lalu ketika mendapatkan nilai sempurna, maka rasa syukur sangat dirasakan olehnya.
      Arah pandangannya menuju mading, ia terdiam sesaat setelah melihat hasil ujiannya yang kurang bagus, bisa dikatakan di bawah dari nilai sempurna. Perlahan ia melangkah mundur, berusaha menjauh dari kerumunan orang yang tengah melihat mading. Ada yang bersorak riang namun ada pula yang bersedih. Ia menunduk murung, baru kali ini ia merasakan down karena nilai. Biasanya down karena masalah masalah lain. Ia seperti orang yang kalah berturut turut dalam lomba, setelah sebelumnya selalu menjadi juara. Terasa beban mulai menyergap, merasa menjadi orang yang bodoh mulai menghakimi pikirannya.
      Lama kelamaan ia merasa mulai lelah, ia yakin bahwa badai pasti berlalu. Ketika hal buruk terjadi, percayalah hal baik juga akan datang. Hadapi tanpa rasa takut, cepat atau lambat semuanya akan lebih baik dan Apabila kita takut gagal, itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita.
Banyak orang yang menilai kepintaran seseorang hanya dari nilai akademik yang didapatkannya pada ujian. Hal itu tidak selalu menjamin kesuksesannya di masa depan, jangan memandang sebelah mata pada orang yang gagal dalam mendapatkan nilai akademik yang bagus, karena keberhasilan tidak hanya datang dari nilai saja. Bisa saja suatu hari nanti di masa depan, orang yang tadinya gagal dalam mendapatkan nilai sempurna tetap menjadi orang yang sukses namun mungkin dalam bidang lain, yang tak terduga.
     Ia bangkit kembali, ia sadar bahwa dirinya termasuk dalam orang pilihan, karena telah berhasil melanjutkan studi yang dimana tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Slow but sure, ia sedang dalam masa masa menuju pendewasaan, lalu menuju SUKSES (uSaha terUs mesKipun situaSi sEmakin Sulit) Ya, dengan kata lain situasi saat ini berbanding terbalik dengan situasi pada saat dahulu yang bisa dibilang mudah dalam mendapatkan nilai sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar